Pendidikan Profesi Akuntan

SantuyNesia – Akuntansi merupakan salah satu spesialisasi yang masih diminati oleh mahasiswa ekonomi saat ini. Mahasiswa rata-rata memilih jurusan akuntansi, didorong oleh keinginan untuk menjadi pendidikan profesi akuntan.

Selain itu, mereka juga mendapat dorongan oleh asumsi bahwa akuntan akan amat dibutuhkan di masa mendatang oleh banyak organisasi dan perusahaan, khususnya di Indonesia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini banyak terjadi insiden individu tertentu dalam profesi akuntan dalam profesi akuntan, sehingga ada keraguan tentang keandalan pendidikan tinggi akuntansi untuk pelatihan profesional akuntan di Indonesia (Ellya Benny dan Yuskar, 2006.).

Jabatan akuntan di Indonesia berdasarkan UU No. 43 Tahun 1954, yang menyatakan bahwa gelar akuntan diberikan kepada lulusan perguruan tinggi negeri atau swasta yang memenuhi persyaratan pelatihan akuntan untuk proses akademiknya, atau perguruan tinggi negeri yang ditunjuk oleh pemerintah.

Dengan demikian, terlihat adanya pembedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, sistem pendidikan lama menjadi identik dengan diskriminasi terhadap perguruan tinggi swasta dan dihapuskan.

Baca Juga  Siklus Akuntansi

Pendidikan Profesi Akuntansi

Dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 179 / U / 2001 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 180 / P / 2001 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli. persamaan derajat akuntansi, dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 28 Maret 2002 antara IAI dan Dirjen Dikti Depdiknas tentang pelaksanaan PPAK di Indonesia.

Sejak 2001, sistem pendidikan akuntansi telah diperbarui. Sebelumnya, lulusan jurusan ekonomi perguruan tinggi negeri otomatis mendapat gelar akuntan (Akt). Berbeda dengan lulusan dari perguruan tinggi swasta yang harus lulus Ujian Nasional Akuntansi (UNA) untuk memperoleh gelar serupa.

Sistem ini dinilai tidak adil terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bahkan tidak menjamin standarisasi profesi akuntan. Dengan demikian, menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 179 / U / 2001, jabatan akuntan hanya dapat diperoleh melalui PPAK.

Progam PPAK dapat dibuka dengan PTN atau PTS sesuai syarat. Program ini memastikan standarisasi profesi akuntan, termasuk dari segi etika profesi, pendidikan akuntansi di Indonesia memasuki paradigma baru dengan dikeluarkannya SK Mendikbud Nomor 179 / U / 2001.

Baca Juga  Akuntansi dan Pembukuan

PPAK tidak lagi dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Nasional karena diambil alih oleh asosiasi profesi dalam hal ini Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Izin kerja tetap dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, tetapi hanya dapat diberikan atas rekomendasi IAI.

Melalui program ini, mahasiswa menerima gelar akuntan dan mendaftarkan akuntan di Kementerian Keuangan. Gelar tersebut dapat digunakan untuk mengejar karir sebagai auditor, akuntan pendidikan, akuntan manajemen atau akuntan pajak. Jumlah perguruan tinggi penyelenggara PPAK relatif sedikit.

Hanya ada 23 PPAK di Indonesia, 17 di antaranya dimiliki oleh PTN. Kondisi ini sangat kontras dengan banyaknya program pelatihan akuntansi. Di tingkat nasional, terdapat 923 perguruan tinggi yang menawarkan program pelatihan akuntansi di berbagai tingkatan.

Pendidikan Akuntansi Profesional adalah pendidikan tambahan yang melampaui pendidikan akademik yang bertujuan untuk mempersiapkan lulusan profesional akuntan yang dapat diterima setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan tingginya (S1).

Profesi Bidang Akuntansi

Kurikulum pendidikan profesi bidang akuntansi mencakup 20 sampai dengan 40 SKS dan dirancang untuk dua semester, muatan pendidikan yang terdapat dalam pendidikan profesi bidang akuntansi adalah sebagai berikut:

  1. Etika Bisnis dan Profesi;
  2. Seminar Perpajakan;
  3. Praktek Audit;
  4. Lingkungan Bisnis;
  5. Pengetahuan Pasar Modal;
  6. Seminar Akuntansi Keu
  7. Seminar Akuntansi Manajemen.
Baca Juga  Etika Profesi Akuntan

Mereka yang memenuhi syarat untuk menggunakan posisi akuntan harus mendaftar ke Kementerian Keuangan untuk mendapatkan nomor pendaftaran.

Untuk dapat memperoleh ijin praktek sebagai seorang akuntan publik, seorang akuntan harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan, antara lain: pengalaman kerja di KAP minimal 3 tahun, setara dengan 4000 jam, memiliki beberapa karyawan, memiliki kantor perwakilan yang cukup, dan lain-lain.


Referensi:

  • Sri Wahyuni Widyastuti, Sri Suryaningsum, Kiky Juliana, Pengaruh Motivasi terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi, Simposium Nasional Akuntansi VII, Denpasar-Bali, 2004
  • Ellya Benny & Yuskar, Pengaruh Motivasi terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang, 2006

Leave a Reply

Virtual Address

Search Engine Google, Bing, Yahoo, Baidu, Yandex and Duckduckgo