Frasa: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Frasa: Pengertian, jenis, ciri dan contoh – Satuan itu berpola atau tersusun dari satu kata atau lebih. Dan satuan pembentuk kalimat tersebut menduduki fungsi tertentu.

Fungsi yang dimaksud tersebut yaitu (S) Subjek, (P) Predikat, (O) Objek,  (Pel) Pelengkap, dan (Ket) Keterangan.

Fungsi atau Unsur SPOK atau SPOPK boleh ada atau tidak dalam sebuah kalimat. Unsur yang wajib yaitu Subjek (S) dan Predikat (P). Fungsi di dalam kalimat biasanya berpola atas kata, frasa, maupun klausa.

Pengertian Frasa

Frasa adalah satuan yang terdiri dari dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. Frasa tidak bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat. Frasa disebut juga penggabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu unsur.

Contoh frasa: Dinding kayu yang dipasang oleh ayah di bangunan itu patah.

Perhatikan penjelasan fungsi kalimat di atas, ada berapa frasa dalam kalimat tersebut? Sebelum menjawab pertanyaan itu, terlebih dahulu tentukan unsur-unsur pembentuk kalimat tersebut!

  • Dinding kayu yang dipasang oleh ayah (S)
  • di bangunan itu (K)
  • patah (P)

Unsur (SPOK) boleh didahulukan mana saja.

Jika mengamati kembali batasan frasa, yaitu frasa tidak melebihi satu unsur maka banyaknya frasa pada kalimat tersebut ada dua, yaitu pada unsur S dan K. Predikat “Patah” hanya terdiri dari satu kata sehingga tidak termasuk frasa.

Frasa memiliki unsur yaitu:

  • D (diterangkan/dijelaskan)
  • M (menerangkan/menjelaskan).

Unsur D disebut juga sebagai unsur pusat/inti dan unsur M disebut juga sebagai unsur atribut.

Ciri-Ciri Frasa

Ada beberapa ciri-ciri frasa yang perlu kita ketahui, yaitu:

  1. Terdiri dari dua kata atau lebih;
  2. Memiliki satu makna gramatikal;
  3. Memiliki makna yang dapat berubah-ubah sesuai konteks;
  4. Frasa tidak memiliki predikat.

Jenis-Jenis Frasa

Berdasarkan jenisnya:

  1. Frasa adjektiva, adalah frasa yang unsur D (intinya) terdiri dari kata sifat.
  2. Frasa verba, adalah frasa yang unsur D (intinya) terdiri dari kata kerja.
  3. Frasa nomina, adalah frasa yang unsur D (intinya) terdiri dari kata benda.
  4. Frasa numeralia, adalah frasa yang unsur D (intinya) terdiri dari kata bilangan.
  5. Frasa preposisional yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan kata depan sebagai unsur penjelas.

Berdasarkan fungsinya:

1. Frasa eksosentris, merupakan kebalikan dari frasa endosentris, yaitu frasa yang tidak memiliki unsur pusat/inti (D). Frasa ini terbagi menjadi tiga.

    • Frasa Eksosentris Direktif
      Frasa ini adalah frasa yang terdiri atas preposisi (kata depan) dan nomina (kata benda).
      Misalnya : Dia pergi ke jurang.
    • Frasa Eksosentris Nondirektif
      Frasa ini merupakan frasa yang diawali dengan kata sandang, si, sang, hang atau kata yang, para, dan kaum.
      Misalnya : Yang tidak berkepentingan dilarang masuk!
    • Frasa Eksosentris Konektif
      Frasa ini memiliki kata penghubung (konjungsi) pada salah satu unsurnya dan berperan sebagai unsur penghubung.
      Misalnya : Mereka datang sesudah kami.

2. Frasa endosentris, adalah frasa yang memiliki unsur pusat/inti (D) dan dapat menggantikan unsur yang lain. Frasa ini dibagi menjadi empat

    • Frasa Endosentris Subordinatif (bertingkat)
      Frasa ini memiliki unsur D (inti) dan M (atribut).

      Misalnya pada kalimat: Ayah kami membeli motor
      Frasa pada kalimat ini terdapat pada S, yaitu ayah kami karena terdiri dari dua kata, yaitu Ayah (D) Kami (M).

    • Frasa Endosentris Koordinatif (setara)
      Frasa ini terdiri dari unsur D (inti) keseluruhannya atau dengan kata lain frasa setara tidak memiliki unsur M (atribut). Frasa ini bisa disisipi dengan konjungsi (kata penghubung) dan, atau.

      Misalnya pada kalimat berikut: Pasangan suami istri itu adalah sahabat saya.
      Frasa suami istri dapat disisipi dengan konjungsi Semua frasa tersebut merupakan unsur D atau inti.

    • Frasa Endosentris Atributif Berimbuhan
      Frasa ini adalah frasa yang memiliki unsur D dan M, tetapi unsur M (atribut) memiliki imbuhan.

      Perhatikan contoh berikut : Sekolah kami adalah sekolah kejuruan.
      Frasa di atas terdiri dari unsur D dan M, adapun yang termasuk unsur M adalah kejuruan. Masing-masing kata tersebut memiliki imbuhan yang terdiri dari imbuhan ke-.

    • Frasa Endosentris Apositif
      Frasa ini adalah frasa yang memiliki penjelasan tambahan yang berfungsi sebagai penerang lebih lanjut terhadap kata atau frasa sebelumnya.

      Perhatikan contoh berikut.: Jokowi, Presiden RI, memerintahkan untuk tidak lockdown ibukota.
      Adapun kata-kata yang digarisbawahi tersebut merupakan frasa endosentris apositif. Frasa ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut kata/frasa/klausa sebelum atau sesudahnya.

Contoh Frasa

Frasa adjektiva
Perhatikan kalimat: Kakakku sangat cantik.
Frasa dalam kalimat ini adalah sangat cantik kata cantik adalah jenis kata sifat sehingga frasa.

Frasa verba
Perhatikan kalimat: Pesawat akan mendarat.
Frasa dalam kalimat ini adalah akan mendarat, kata mendarat adalah jenis kata kerja sehingga frasa akan mendarat merupakan frasa verba.

Frasa nomina
Perhatikan kalimat: Ayah kami membeli motor.
Frasa dalam kalimat ini adalah ayah kami, D M
kata ayah adalah jenis kata benda sehingga frasa ayah kami merupakan frasa nomina.

Frasa numeralia
Perhatikan kalimat Kami memiliki tiga ekor kambing.
Frasa dalam kalimat ini adalah tiga ekor kambing, kata tiga ekor adalah jenis (D), (M), (M)
kata bilangan sehingga frasa tiga ekor kambing merupakan frasa numeralia.

Frasa preposisional
Perhatikan kalimat: di rumah saya berdiam diri saja.
Frasa dalam kalimat ini adalah di rumah.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan mengenai Frasa, kedepannya akan di beri contoh yang lain. Terimakasih telah berkunjung.

Leave a Reply

Virtual Address

Search Engine Google, Bing, Yahoo, Baidu, Yandex and Duckduckgo