Islamic Worldview: Karakteristik dan Internalisasi

SantuyNesia – Karakteristik Islamic Worldview sebagai landasan ontologi keilmuan Islam dan Internalisasi Islamic Worldview dalam ke ilmuan Islam. Di dalam Islam tidak hanya meliputi ilmu-ilmu akidah dan syariah saja, namu juga ada beberapa ilmu-ilmu lain seperti ilmu biologi, fisika dan lain sebagainya yang perlu dikaji. Karena ruang lingkupnya yang begitu penting dan luas, Islamic Worldview memiliki karakteristik, yaitu:

Karakteristik Islamic Worldview

Karakteristik islamic worldview sebagai landasan Ontologi Keilmuan Islam, berikut penjelasannya.

1. Memberikan Dasar-dasar Pemahaman Tentang Dunia

Pandangan islam tentang dunia mutlak adanya dikarenakan cara pandang tersebut turun langsung dari sang pencipta alam semesta, hal tersebut terlihat dari bagaimana islam memberikan dasar pemahaman dalam konsepsi intelektual, Akidah, dan Tatanan Nilai.

2. Konsep yang Komprehensif

Disinilah islam hadir sebagai system kehidupan yang komprehensif. Bisa dilihat bagaimana islam mengatur kehidupan para penganutnya dalam bersosialisasi dengan rabb nya, diri sendiri, sesama muslim, lingkungan dengan seluruh aspek dalam kehidupan.

3. Koheren dan Konsisten

Sebagai suatu cara pandang yang otomatis akan menjadi pedoman hidup, tentu adanya perentangan didalamnya adalah hal yang dapat membatalkan keabsahan cara pandang tersebut. Hal ini yang akan menyebabkan kebingungan dan perentangan diantara para penganutnya.

4. Menjawab Semua Masalah Besar

Hal hal yang berhubungan dengan eksistensi diri, akekat makhluk hidup, asal mula kehidupan dan kemana perginya semua maklhuk yang mati merupakan sebagian dari pertanyaan pertanyaan besar orang yang belum mengenal islam. Keadaan ini terlihat dari beragam teori-teori buruk dan buntu diciptakan oleh ilmuan yang tidak mengenal Allah sebagai sang pencipta semesta.

Baca Juga  Ilmu Ekonomi dan Sejarahnya

Internalisasi Islamic Worldview

Internalisasi Islamic Worldview dalam keilmuan islam. Konsep worldview pada ilmu ekonomi syariah dan ilmu ekonomi konvensional berbeda pasa 6 aspek, yaitu

1. Konsep Tuhan

Konsep Tuhan adalah konsep yang paling fundamental. Nilai-nilai yang berpegang teguh pada norma tidak boleh dijadikan sebagai dasar pembentukan teori, kecuali telah sepakati secara faktual.

2. Konsep Agama

Kedudukan agama dalam ilmu ekonomi syariah sangat berarti, karena agama islam adalah acuan ilmu ekonomi syariah. Hal ini wajar mengingat sejara masa lal mereka yang terkam dalam masamasa kegelapan, dimana mereka menyalahkan agama mereka sebagai biang kerok masa ketertinggalan tersebut.

3. Konsep Manusia

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang menelaah perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam konsep manusia, manusia merupakan salah satu subjek yang berperan dalam pembentukan worldview.

4. Konsep Pengetahuan

Pengetahuan logis yang berawal dari logika akal dan pembuktian, merupakan sumber rujukan tertinggi bagi ekonomi konvensional. Dalam Alquran dan hadist fungsi akal adalah bagaimana menerjemahkan maksud dari ayat dan hadist san menurunkannya menjadi teori ekonomi.

5. Konsep Alam

Dimana dalam ilmu ekonomi syariah, alam menciptakan untuk kepentingan manusia. Berbeda dengan ilmu ekonomi konvensional yang mana alam sebagai objek utamanya dalam kegiatan ekonomi manusia.

6. Konsep Tujuan Hidup

Sudut pandang ilmu ekonomi syariah dengan ilmu ekonomi konvensional sangat berbeda dari sisi tujuan hidup. Ilmu ekonomi konvensional hanya berbicara tentang dunia semata, sedangkan ilmu ekonomi syariah, dimensi itu diperluas hingga dimensi akherat, yang bagi sebagian orang masih dianggap abstarak.

Baca Juga  Prinsip Hukum Ekonomi Syariah

Karakteristik menurut Sayyid Qutb

1. Rabbahniyyah (bersumber dari Allah)

Ini berarti bahwa itu berasal dari Tuhan sehingga dapat disebut visi ketuhanan. Karakteristik ini membedakan Islam dari pandangan dunia dan ideologi lain. Dia diturunkan dari Tuhan dengan semua komponennya. Berbeda dari Islam, pandangan hidup lainnya seperti pragmatisme, idealisme atau dialektika materialisme berasal dari pemikiran dan kehendak manusia belaka. Berbeda dari agama lain dan kata-kata manusia, kitab suci Islam itu murni dan terjaga.

2. Thabat (bersifat Konstan)

Artinya tasawwur al-islami, Ini dapat diimplementasikan dalam berbagai bentuk struktur komunitas dan bahkan berbagai tipe masyarakat. Tetapi esensinya tetap konstan, tidak berubah dan tidak berkembang. Ia tidak memerlukan penyesuaian hidup dan pikiran, karena Ia telah menyediakan ruang dinamis yang bergerak dalam periode konstan.

Alam semesta dengan sunnatullah-nya, manusia dengan sifat manusianya adalah desain yang konstan. konsistensi ini bertentangan dengan perkembangan tak terbatas yang terjadi di barat dan di sisi lain konsistensi juga dapat menjadi perisai dari westernisasi atau pengaruh budaya Eropa, nilai-nilai tradisional dan metodologi

3. Shumul (komprehensif)

Yang ketiga karakter pada Islamic Worldview Sifat komprehensif ini didukung oleh prinsip tauhid yang berasal dari Tuhan Yang Esa. Tauhid juga memanifestasikan ke dalam kesatuan antara pikiran dan perilaku, antara visi dan inisiatif, antara doktrin dan sistem, antara hidup dan mati, antara cita-cita dan gerakan, antara kehidupan dunia dan kehidupan sesudahnya.

Persatuan ini tidak dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang tidak sesuai, termasuk memisahkan ibadah dan muamalah. Jika Islam ditelaah di luar konsep tauhid ini, maka pemahaman tersebut dapat menempatkan seseorang di luar konsep Islam.

4. Tawazun (Seimbang)

Cara hidup Islam adalah bentuk yang seimbang antara Wahyu dan akal, karena Wahyu diturunkan untuk dipercaya dan dipahami oleh akal manusia. Juga keseimbangan antara yang diketahui dan yang tidak diketahui antara yang nyata dan yang tidak nyata.

Baca Juga  Islamic Worldview (Pandangan Dunia Islam)

5. Ijabiyyah (Positif)

Cara hidup Islam mendorong ketaatan kepada Tuhan dalam ruang yang positif. Semua aktivitas dalam kehidupan manusia memiliki relevansi dan konsekuensi dalam agama dan sebaliknya dalam ibadah seperti syahadat dengan lidah harus dipraktikkan dalam aktivitas nyata.

6. Waqi’iyyah (Pragmatis)

Sifat cara hidup Islam tidak melalui idealisme, tetapi juga didasarkan pada realitas kehidupan. Sehingga yang idealistis dan realistis sekaligus ia dapat membangun sistem yang lengkap yang sesuai dengan karakteristik kemanusiaan. Dalam Islam peran manusia hanya diperlukan sejauh kapasitas mereka sebagai manusia. Dia tidak diharuskan berada dalam posisi lebih rendah dari itu atau lebih tinggi ke tingkat keilahian.

Ini berbeda dari visi Brahma dalam agama Hindu yang menganggap tubuh manusia sebagai tidak nyata, atau dari cara hidup Kristen yang menganggap manusia terdiri dari tubuh dan jiwa, tetapi menganggap segala sesuatu yang berkaitan dengan tubuh sebagai kejahatan.

7. Tauhid (Keesaan)

Yang terakhir Karakteristik pada Islamic Worldview paling mendasar dari cara hidup Islam adalah pengakuan akan Allah sebagai Yang Esa dan segala sesuatu yang diciptakannya. Karena tidak ada otoritas selain dia. Dia bukan legislator tetapi dia, Dia belum memulihkan kehidupan manusia dan diizinkan dengan dunia dan dengan manusia sebagai makhluk hidup selain Allah. hukum sejati dan semua sistem kehidupan, norma atau nilai yang berkaitan dengan manusia.

  Struktur Islamic Worldview

  • Struktur tentang kehidupan
  • Tentang dunia
  • Tentang manusia
  • Tentang nilai
  • Struktur tentang Pengetahuan

Sumber dan referensi:

  • Buku pengantar ilmu ekonomi islam

Demikianlah materi mengenai karakteristik dan internalisasi pada islamic worldivew. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Baca juga kategori terkait. Terimakasih telah berkunjung.

Leave a Reply

Virtual Address

Search Engine Google, Bing, Yahoo, Baidu, Yandex and Duckduckgo