Keutamaan Puasa Dalam Islam

Keutamaan Puasa dalam Islam -nSebagaimana dengan amalan-amalan lain memiliki keutamaan masing-masing, begitupun dengan puasa atau shaum. Apalagi puasa disebut sebagai amal ibadah yang sangat afdhal, tentunya lebih memiliki bermacam keutamaan yang besar dan mulia. Berikut keutamaan puasa.

1. Puasa adalah Ibadah Seluruh Umat

Allah telah menjadikan puasa sebagai sarana ibadah kepada-Nya untuk seluruh umat, dan mewajibkannya atas mereka. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman diwaibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (Al-Baqarah [2] : 183)

Sekiranya puasa itu bukan suatu ibadah yang agung, hingga mengharuskan semua manusia beribadah dengannya serta mendapat pahala karenanya, tidaklah mungkin Allah mewajibkannya kepada seluruh umat.

2. Pelebur Dosa dan Kesalahan

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Baca Juga  Pendidikan Profesi Akuntan

Rasulullah ﷺ juga bersabda :

فِتْنَةُ الرَجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ تُكَفِّرُهَا الصَلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ المُنْكَرُ

“Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah), namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, puasa, sedekah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran).” (HR.Bukhari dan Muslim)

3. Pahala Tanpa Batas

Di antara keutamaan puasa adalah pahala yang akan diperoleh tidak dalam julah tertentu, akan tetapi ia akan diberi pahala tanpa batas. Berdasarkan pada hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

قَالَ اللهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ, فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ, وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ  أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ المِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Baca Juga  Paku Ekor Kuda: Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, dan Ciri-cirinya

“Allah berfirman, ‘Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasalebih harum di sisi Allah daripada bau misk. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ia bergembira Ketika berbuka, dan ia bergembira Ketika bertemu dengan Rabbnya.” (HR.Bukhari ; 190)

Dalam riwayat Muslim disebutkan :

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الحَسَنَةُ عَشْرَ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat-gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.” (HR.Muslim ; 1151)

Baca Juga  Cara Bakteri Berkembang Biak Beserta Contohnya

4. Memberi Syafaat Pada Hari Kiamat

Puasa akan memberi syafaat kepada pelakunya besok pada hari kiamat.

Dari Abdullah bin Amru, Nabi ﷺ bersabda :

الصِّيَامُ وَالقُرْأَنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ القِيَمَةِ, يَقُوْلُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِيْ فَيْهِ, وَيَقُوْلُ القُرْأَنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِيْ فَيْهِ, قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

Puasa dan Al-Qur’an kelak pada hari kiamat akan memberi syafaat kepada seorang hamba. Puasa berkata, ‘Duhai Rabb, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.’ Dan Al-Qur’an berkata, ‘Aku telah menahannya dari tidur dimalam hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.’ Beliau melanjutkan sabdanya, ‘Maka keduanya (puasa dan Al-Qur’an) pun memberi syafaat kepadanya.” (HR.Ahmad ; 6337)

Semua ketentuan dari keutamaan puasa dalam islam tentunya akan diperoleh jika pelakunya betul-betul menjalankan rukun puasa dengan baik, dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Wallahu a’lam


Disadur dari buku Fiqih Shiyam Ramadhan.

Leave a Reply

Virtual Address

Search Engine Google, Bing, Yahoo, Baidu, Yandex and Duckduckgo